Narjamahkeun kana Basa Sunda9

Kamis, 15 Desember 2005
Perhatian Walikota Terhadap Imam dan Khotib
Reporter : Drs. H.A. Hamdan, MM
 
foto beritaKomitmen warga Kota Sukabumi khususnya umat Islam terhadap pencapaian Visi Walikota Sukabumi untuk periode 2003-2008 untuk Mewujudkan Pemerintahan yang amanah dengan Paradigma Surgawi di Implementasikan dalam bentuk pemahaman
di bidang keagamaan sehingga para Imam dan Khotib dari setiap masjid jami perlu diberikan pembekalan baik yang berhubungan dengan materi dakwah maupun kemampuan membaca ayat suci Al-Qur’an. Dengan demikian pada tanggal 15 Desember 2005 Pimpinan Daerah Dewan Mesjid Indonesia (DMI), khususnya di Kota Sukabumi menyelengarakan kegiatan pembinaan tehadap Imam dan Khotib baik yang bertugas di Mesjid Agung, Mesjid Kecamatan maupun Mesjid Jami tingkat Kelurahan di berikan pencerahan oleh beberapa ulama besar baik tingkat Kota maupun tingkat Provinsi. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mencapai visi mesjid “ Meningkatkan Keimanan, Ketaqwaan, Akhlakul Karimah dan kecerdasan Ulama”, sehingga Mesjid mempunyai Misi sebagai pusat ibadah, dakwah pendidikan serta pusat pengembangan serta kesejahteraan umat. Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk pengelolaan mesji sepeti halnya pola Idaroh, Ibaroh dan Ri’ayah kemudian meningkatkan penghayatan ajaran islam serta menganekaragamkan kegiatan dakwah yang di sesuaikan dengan fenomena sosial yang berkembang dewasa ini. Dilain pihak untuk meningkatkan kesejahteraan umat di perlukan upaya menumbuhkan koperasi jamaah mesjid yang didukung oleh para jamaah, sehingga membentuk suatu Ukhuwah Islamiyah yang tidak terganggu oleh pengaruh globalisasi. Disela sela kesibukannya, Walikota Sukabumi menyempatkan hadir secara pribadi untuk membuka secara resmi pelaksanaan pembinaan Imam dan Khotib yang di selenggrakan oleh DMI. Dalam amanatnya Walikota Sukabumi, H.Muslih Abdussyukur M.Si, menyarankan agar kegiatan pembinaan Imam dan Khotib harus dilakukan secara berkala dengan harapan Imam dan Khotib mampu mensinergikan antara “Hablum Minallah” dengan”Hablum Minannas”, karena sebagai umat manusia selain harus taat kepada allah, tapi juga harus memposisikan diri sebagai makhluk sosial yang satu sama lain saling membutuhkan. Dengan harapan melalui Kharisma para Imam dan Khotib akan terjadi Sinergitas antara kepentingan jasmani dan rohani yang sesuai dengan fenomena perkembangan jaman. Jangan sampai para jemaah berfikir bagaimana mempertahankan hidup melaui pencarian nafkah, sedangkan materi dakwah tidak relevan sehingga tidak akan menarik para jemaah untuk mendengarkan khotbah tersebut. Apabila Khotib mempunyai ilmu yang dikolaboasikan antara pemahaman beragama dengan kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial akan membangkitkan motivasi dan daya juang para mustami dalam kegiatan beribadah dan bermuamalah. Pemerintah Daerah sangat respek dan memberikan perhatian khusus pada kegiatan pembinaan Imam dan Khotib karna berdasarkan populasi jumlah umat islam di Kota Sukabumi lebih dari 90%. Maka wajar apabila Pmerintah Kota Sukabumi mendukung untuk penataan mesjid melaui pendekatan manajemen baik dari segi perencanaan program, pengorganisasian pengerahan jamaah dan pengawasan terhadap aktivitas yang di lakukan di mesjid. Harapan Walikota Sukabumi, setelah dilakukannya penataran Imam dan Khotib maka setiap mesjid mempunyai Standar Pelayan Minimal (SPM) seperti halnya luas bangunan untuk menampung jamaah, tempat wudhu, sirkulasi udara serta tingkat kelembaban yang ada di lokasi mesjid harus di tata dengan baik agar menunjang terhadap kesehatan para jamaah yang melaksanakan kegiatan sholat atau itikaf di mesjid. Hal tersebut terinspirasi dari kegiatan yang dilakukan oleh Global TV untuk melakukan renovasi surau, dengan istilah Bangkitnya Surauku, mudah-mudahan SSTV Sukabumi mampu melakukan inovasi terhadap pembinaan perbaikan kondisi mesjid seperti yang dilakukan media lain. Misalnya bagaimana bangkitnya DKM untuk membina umat dengan cara mencari sponsor yang bisa mendukung terhadap perbaikan manajemen mesjid, baik dari segi infrastruktur maupun program, sehingga akan di peroleh mesjid yang paripurna. Walikota Sukabumi berharap agar seluruh warga masyarakat khususnya umat islam untuk bergandeng tangan menggerakan seluruh komponen masyarakat islam dalam memakmurkan mesjid karena membangun mesjid itu surga jaminannya apalagi memakmurkannnya. Dan harus diyakini bahwa mesjid selain untuk beribadah tapi juga tempat untuk memohon kepada Allah SWT agar sekuruh aktivitas yang dilakukan oleh umat manusia dilindingi dan cita-cita atau kemauan para jamaah mesjid itu di kabulkan oleh Allah SWT. Hal tersebut oleh Wallikota bahwa umat islam harus memahami betul “ Tidaklah diciptakan jin dan manusia semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT” sedangkan beribadah itu bisa Vertikal dan horizontal. Termasuk bagaimana menolong sesama umat manusia yang sangat memerlukan bantuan. Karena “ Assodaqotu tad’faul bala” sodaqoh itu untuk menghindar dari malapetaka maka perbanyak lah untuk bersodaqoh agar selamat dunia dan akhirat. Yang menjadi tantangan bagi Imam dan Khotib selain banyaknya mesjid berdiri tapi juga Imam dan Khotib jangan membiarkan mesjid itu tanpa jamaah. Dengan kata lain imam harus bisa memotivasi jamaah untuk memakmurkan mesjid baik yang berhubungan dengan ibadah Makhdoh maupun ibadah Goir Makhdoh. Serta masyarakat sekitar harus didorong oleh Imam dan Khotib untuk datang ke mesjid yang ada di lingkungannya. Apabila mesjid itu nampak selalu makmur maka dengan sendirinya kesejahteraan akan diperoleh karena terbentuknya suatu komunitas akan membangkitan kreativitas dan pertumbuhan ekonomi, sebagai studi komparativ bisa dilihat bagaimana makmurnya masyarakat di sekitar masjid Nabawi dan masjid Harom. Oleh karena itu masjid harus di menej dengan baik agar mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan IPM di Kota Sukabumi. Insya Allah mesjid yang di menej dengan sempurna akan memberikan makna yang saling menguntungkan, yang miskin akan bermakna bagi yang kaya, dan yang kaya akan bermakna bagi yang miskin maka terjawablah bahwa islam itu Rahmatan lilalamin